Pelajaran 8 : BERGEREJA
Ayat hafalan :
Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam namaKu , disitu Aku ada ditengah-tengah mereka. (Matius 18:20)
"Dan Akupun berkata kepadamu : Engkau adalah Petrus dan diatas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." (Mat 16 : 18)
A. Apakah Arti , Sifat , dan Tujuan Gereja
Gereja mempunyai dua arti. Secara umun adalah gedung pertemuan / tempat ibadah ortang - orang percaya . Arti secara rohani adalah tubuh setiap orang percaya, dimana Roh Kudus diam. Jadi arti bergereja adalah seseorang bergabung menjadi satu dengan orang kristen yang lain untuk dapat menjadi satu persekutuan yang kokoh oleh pimpinan Tuhan.
Konsep tentang gereja merupakan hal yang hakiki di dalam sejarah agama Kristen. Namun demikian sampai hari ini masih ada ajaran-ajaran yang simpang siur , sehingga mengaburkan pandangan orang kristen. Karena itu, kita wajib menyelidiki secara seksama doktrin gereja yang terdapat di dalam Prejanjian Baru.
1. Arti Linguistik
Kata "gereja" sebetulnya tidak terdapat dalam Alkitab bahasa Indonesia, tetapi kata ini sama dengan "jemaat" atau "sidang jemaat" (Matius 16:18 , 18:17 , Roma 16:1,5). Kata-kata ini adalah terjemahan dari bahasa Yunani "ekklesia".
Kata ekklesia terdiri dari kata depan "ek" yang berarti "ke luar" dan kata kerja "kalein" yang berarti "memanggil". Maka ekklesia berarti "orang-orang yang dipanggil keluar".
2. Arti Sekuler
Di masyarakat Yunani kuno, ekklesia merupakan sebagian rakyat setempat yang berkumpul untuk menyelesaikan persoalan-persoalan mereka di bawah pimpinan pemerintahan yang bersifat demokrasi. Dalam Kisah Rasul 19:39 istilah ini dipakai untuk menunjukkan suatu badan politik yang bercorak demokrasi, yaitu "Sidang Rakyat" di Efesus.
3. Arti di dalam Perjanjian Lama
Di dalam Septuaginta (Perjanjian Lama bahasa Yunani), kata Ibrani "Qahal" di terjemahkan sebagai "ekklesia". Qoahal menunjukan sidang bangsa Israel di hadapan Allah. Misalnya : Jemaah / Congretation (Ulangan 31:30 , 1 Tawarikh 29:1). Jemaah / Assembly (Hakim-hakim 21:8). Maka konsep orang Israel tentang "Jemaah" adalah perhimpunan umat Allah di bawah kedaulatan teokrasi. Masih ada satu istilah yang mempunyai konsep ekklesia yaitu "Sinagoge" (Synogogue) yang di terjemahklan sebagai "Rumah Ibadat" ( Markus 1:21-23) atau "Rumah Sembahyang" (Lukas 4:15-16). Sinagoge merupakan suatu tempat dimana mereka berbakti kepada Tuhan dan kebaktian itu berkenan dengan berdoa, membaca serta menjelaskan ayat - ayat dalam Perjanjian Lama. Gagasan Sinagoge ini mirip dengan ekklesia.
4. Arti di dalam Perjanjian Baru
Tatkala Yesus mengatakan "Aku akan membangun jemaat-Ku (Ekklesia)" (Matius 16:18), para murid mengetahui apa yang dimaksud dengan "Jemaat-Ku".
Seolah-olah Tuhan mengatakan : "Lihatlah, orang-orang Yahudi mempunyai jemaat dan orang Yunani juga mempunyainya. Kini aku akan membangun jemaat-Ku." Menurut Hall Lindsay, gereja di dalam Perjanjian Baru adalah suatu demokrasi-teokratik, suatu lembaga yang bebas, tetapi kebebasan mereka berdasarkan kesetiaan kepada Kristus. Maka gereja merupakan suatu tubuh, dimana anggota-anggota-Nya disatukan melalui kasih mereka terhadap Kristus dan ketaatan kepada-Nya (under the Lordship of Christ).
B. Sifat Dasar Gereja
Kata "ekklesia" dipakai di Perjanjian Baru sebanyak 115 kali, di mana 92 kali dipakai untuk menunjukkan gereja setempat (local Chruch). Yang lain menunjukkan gereja di dalam pengertian yang umum. Dengan demikian kita mengenal dua ganda dasar gereja :
1. Dalam pengertian umum Ekklesia
"Ekklesia" mencakup semua orang yang beriman di dalam Kristus, tanpa menyinggung perbeedaan waktu dan lokalitas (Matius 16:18). Inilah yang disebut dalam pengakuan iman rasuli "gereja yang kudus dan am". Gereja ini akan menjadi realitas sewaktu Tuhan Yesus datang untuk kedua kalinya (Ibrani 12:23, Wahyu 21:22).
2. Dalam pengertian lokal
"Ekklesia" merupakan gereja setempat, gereja yang berkaitan dengan waktu dan tempat dan merupakan sebagian dari gereja yang kudus dan am.
Tatkala Yesus mengatakan : "Aku akan membangun jemaat-Ku, kepadamu Aku berikan kunci Kerajaan Surga" (Matius 16:18). Disini "jemaat" menunjukkan gereja di dalam arti yang umum. Tetapi janji Tuhan itu diulang di dalam Matius 18:18-20, di mana gereja setempat pun di beri "Kunci Kerajaan Surga".
C. Tujuan Gereja
Tujuan gereja tercantum dalam Efesus 1:12, yaitu untuk memuliakan Tuhan. Untuk mencapai tujuan ini, hendaknya kita mengenal dua kata yang sering muncul di dalam Perjanjian Baru :
1. Koinonia
Yaitu persekutuan (Fellowship) yang mempunyai arti "sharing" di dalam persahabatan, iman, pelayanan bahkan harta benda (Kisah Rasul 2:44). Koinonia akan tercapai kalau kita rela diatur dan disatukan oleh Roh Kudus .
2. Diakonia
Yaitu pelayanan orang Kristen. Hal ini dijelaskan oleh D.I.Moody sebagai berikut : "Gereja adalah misi, tanpa misi berarti tanpa gereja. Tuhan memanggil dan mengasingkan gereja dan keduniawian dan kemudian mengutusnya kembali ke dunia dengan suatu misi."
Memang bentuk organisasi dan liturgi boleh senantiasa berubah menurut kebutuhan masing-masing tetapi tujuan gereja adalah sama yaitu melalui Koinonia dan Diakonia kita memualiakan Tuhan.
Tujuan bergereja, tujuan bergereja lebih banyak mempunyai dampak positif baik secara rohani, mental maupun jasmani. Dengan bergereja satu sama lain dapat saling mengenal, saling membantu, dan saling menguatkan, saling menghibur dan saling menyembuhkan.
3. Legalitas administrasi
Dihadapan masyarakat dan pemerintah, gereja mempunyai tujuan yang penting, pertama pengakuan status sebagai warga negara yang beragama dibawah payung pancasila. Kedua adalah kepentingan pribadi anggota, untuk mendapatkan surat baptis, mendapatkan surat nikah atau pemberkatan, dan juga untuk mendapatkan keterangan surat kematian sebagai pengantar ke kantor pemerintah.
D. Cara Bergereja
Setiap gereja mempunyai tatanan administrasi. Dan bidang administrasi ini mempunyai daftar susunan anggota gereja. Jadi maksud bergereja ini adalah bergabung dalam satu organisasi gereja, dan bagian administrasi ini mendaftar orang tersebut memasukkan dia menjadi anggota jemaat.
E. Hasil Bergereja
Hasil dari bergereja ini adalah menjadi suatu kekuatan yang luar biasa, seperti yang terjadi dalam Kisah Para Rasul 2:41-42 yang mengatakan : "Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Dan yang istimewa karena kekuatan itu adalah jumlah menjadi terus bertambah. Kekuatan itu adalah himpunan yang dipimpin oleh Roh Kudus.
F. Cara Hidup Jemaat Gereja Mula-Mula
Orang - orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul - rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan bergembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. (Kisah Para Rasul 2:41-47)
Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaanya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang telah berlimpah-limpah.
Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan diantara mereka , karena semua orang yang yang mempunyai tanh atau rumah , menjual kepunyaanya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul, lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluaannya. (Kisah Para Rasul 4:32-35)
G. Orang-orang Yang Sejak Kecil Hidup Dibait Allah
1. Samuel Diserahkan Menjadi Pelayan di Hadapan Tuhan
Elkana, laki-laki itu, pergi dengan seisi rumahnya mempersembahkan korban sembelihan tahunan dan korban nazarnya kepada Tuhan. Tetapi Hana tidak ikut pergi, sebab katanya kepada suaminya : " Nanti apabila anak itu cerai susu, aku akan mengantarkan dia, maka ia akan menghadap ke hadirat Tuhan dan tinggal disana seumur hidupnya". Kemudian Elkana, suaminya itu berkata kepadanya : "Perbuatlah apa yang kau pandang baik, tinggallah sampai engkau menyapih dia, hanya Tuhan kiranya menepati janjiNya".
Jadi tinggallah perempuan itu dan menyusui anaknya sampai disapihnya. Setelah perempuan itu menyapih anaknya, dibawanyalah dia, dengan seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, satu efa tepung dan sebuyung anggur, lalu diantarkannya kedalam rumah Tuhan di Silo. Waktu itu masih kecil betul kanak-kanak itu. Setelah mereka menyembelih lembu, mereka mengantarkan kanak-kanak itu kepada Eli, lalu kata perempuan itu : "Mohon bicara tuanku, demi tuanku hidup, akulah perempuan yang dahulu berdiri disini dekat tuanku untuk berdoa kepada Tuhan. Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan Tuhan telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari padaNya. Maka akupun menyerahkannya kepada Tuhan , seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada Tuhan." Lalu sujudlah mereka disana menyembah kepada Tuhan. (1Samuel 1:21-28)
Adapun Samuel menjadi pelayan di hadapan Tuhan, ia masih anak-anak, yang tubuhnya berlilitkan baju efod dari kain lenan. Setiap tahun ibunya membuatkan dia jubah kecil dan membawa jubah itu kepadanya, apabila ia bersama-sama suaminya pergi mempersembahkan korban sembelihan tahunan. Lalu Eli memberkati Elkana Dan Istrinya, katanya : "Tuhan kiranya memberikan keturunan kepadamu dari perempuan ini pengganti yang telah diserahkannya kepada Tuhan".
Sesudah itu pulanglah mereka ke tempat kediamannya. Dan Tuhan mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki laki dan dua anak perempuan lagi. Sementara itu makin besarlah Samuel yang muda itu di hadapan Tuhan. Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai dihadapan Tuhan maupun dihadapan manusia. ( 1 Samuel 218-21,26)
2. Yesus Diserahkan Kepada Tuhan di Bait Allah
Dan ketika genap delapan hari dan ia harus di sunatkan, Ia di beri nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum ia dikandung ibuNya. (Lukas 2:21)
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkanNya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan : "Semua anak laki laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. (Lukas 2:22-24)
Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat , dan kasih karunia Allah ada padaNya. (Lukas 2:39-40)
H. Ayat-ayat Alkitab Tentang Bergereja :
Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam namaKu, disitu Aku ada ditengah-tengah mereka. (Matius 18:20)
Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara disitu, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. (Kisah Para Rasul 20:7a)
Jadi saudara saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk kedalam tempat kudus, karena ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diriNya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab ia yang menjanjikannya setia. Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat dalam melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. (Ibrani 10:19-25)
Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. (Kisah Para Rasul 2:41-42)
Dan Akupun berkata kepadamu : "Engkau adalah Petrus dan diatas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya. (Matius 16:18)
Selama beberapa waktu jemaat diseluruh Yudea, Galilea, dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus. (Kisah Para Rasul 9:31)
Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. (1 Timotius 3:15)
Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anaknya yang kekasih , di dalam Dia kita telah memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. (Kolose 1:13-14)
Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. (Kolose 1:18)
Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kataNya : "Inilah tubuhKu yang diserahkan bagi kamu , perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." (Lukas 22:19)
Dan segala sesuatu telah diletakkanNya dibawah kaki Kristus dan Dia telah diberikanNya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuhNya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu. (Efesus 1:22-23)
Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam didalam kamu ? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab Bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu. (1 Korintus 3:16-17)
Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. (1 Petrus 2:5)
Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang disegala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita. (1Korintus 1:1-2)
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun diatas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Didalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. (Efesus 2:19-22)
Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata : "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umatNya dan Ia akan menjadi Allah mereka. (Wahyu 21:3)
|