1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Pelajaran 6 : PERJAMUAN KUDUS

Ayat hafalan :
            Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti ,mengucap berkat, memecah mecahkannya, lalu memberikan kepada murid muridNya dan berkata : “ ambilah, makanlah, inilah tubuhKu.”  Sesudah itu ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada meraka dan memberikannya: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan  bagi bnyak orang untuk pengampunan dosa. (matius 26:26-28)

 

Latar Belakang :
            Ada beberapa istilah dalam perjamuan kudus,  yaitu perjamuan akhir, menurut pandangan tradisional israel sebagai paskah biasa. Perjamuan kudus disebut “ pemecahan roti (kisah rasul 2:42,46). Perjamuan kudus disebut  “perjamuan kudus” (1korintus 20:20-34).

A. Arti Perjamuan kudus

Asal kata dari bahasa yunani  Artos= Roti . Adzoomos = Roti tidak beragi. Yang dipakai dalam perkataan Yesus “Artos”  juga yang terdapat dalam “doa Bapa kami” . roti yang dipecahkan  merupakan simbol, bahwa kita mempunyai tanggung jawab untuk saling memperhatikan.

Arti perjamuan kudus adalah makan roti dan minum anggur untuk mengingat Tuhan Yesus. Seperti yang telah dperintahkanNya, bahwa roti adalah lambang tubuhNya, dan anggur (cawan) adalah lambang darahNya . itu diperintahkan untuk dilakukan  sebagai peringatan bagi diriNya.

 

B. Tujuan Perjamuan Kudus

 Tujuan perjamuan kudus adalah mengingat  bahwa Yesus datang ke dunia , mati, dikuburkan, dan bangkit pada hari ketiga, untuk menebus dosa manusia.

C. Cara Perjamuan Kudus

Cara yang alkitabiah adalah yang terlah dilakukan jemaat mula mula dalam sejarah kisah rasul 2:42,46, yaitu  mereka yang selalu bertekun dalam pengajaran rasul rasul dan dalam bersekutu meraka selalu berkumpul memecahkan roti dan berdoa. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap tiap hari dalam bait Allah. Lihat juga kisal para rasul 20:7; “ pada hari pertama pada minggu itu (hari sabtu/minggu), ketika kami berkumpul untuk memecah mecahkan roti, paulus berbicara dengan saudara  saudara disitu, ketika ia bermaksud untuk berangkat dan pada keesokan harinya.
Setiap gereja mempunyai cara yang berbeda dalam mengadakan perjamuan kudus. Kususnya soal waktu, mengingat tujuan dari perjamuan kudus adalah “ mengingat  kematian dan kebangkitan”  Yesus kristus, maka sangat baik kalau perjamuan kudus diadakan sesering mungkin. Bahkan jemaat mula mula mengadakan  perjamuan kudus bukan saja pada hari sabat, tetapi “ setiap hari berkumpul dalam bait Allah” mengadakan perjamuan kudus. Mereka bergiliran dirumah masing masing memecahkan roti sebagai tanda mengingat apa yang diperintahan Tuhan Yesus
Yang dperintahkan Tuhan Yesus.


            Yang dilakuan oleh GJKI bandung raya; pemimpin(penatua/diaken/hamba tuhan yang melayani perjamuan kudus) membacakan nats Alkitab beberapa ayat dan memberikan uraian singkat, yang arahnya adalah memgingat kembali akan apa yang diperintahan  Yesus tentang Perjamuan Kudus. Bahwa  Yesus telah mati dan bangkit  untuk menebus dosa kita.

 

D. Sarana yang Dipakai Dalam Perjamuan Kudus

Sarana yang dipakai adalah roti dan anggur. Mengapa anggur? (mengutip dari bahasa SABDA)
ANGGUR PADA ZAMAN PERJANJIAN LAMA

Bilangan 6:3 “ Haruslah ian menjauhkan dirinya dari anggur dan minuman yang memabukan, jangan minum cuka anggur atau cuka minuman yang memabukan dan jangan meminum suatu minuman yang dibuat dari buah anggur, dan janganlah memaka buah anggur, baik yang segar maupun yang kering.”
KATA KATA IBRANI UNTUK ANGGUR.

Pada umumnya ada dua kata ibrani yang diterjemahkan “anggur” dalam alkitab.

1. Kata yang pertama dan lebih umum ialah  _yayin_, sebuah istilah generik yang dipakai 141 kali dalam PL untuk menunjuk aneka macam anggur yang dfermentasi  dan tidak dfermentasi (lihat nehemia 5:18 yang berbicara tentang “bermacam macam anggur  [ _yayin_ ]”). (a) pada suatu pihak, _yayin_ dipakai untuk semua sari anggur yang dfermentasi (lihat kejadian 9:20-21; 19:32_33; 1samuel 25:36-37; amsal 23:30-31). Berbagai akibat menyedihan dari pemakaian anggur yang dfermentasi dgambarkan dberbagai tempat dalam PL, kususnya amsal 23:29-35.    (b) pada pihak lain, _yayin_ juga dipergunakan untuk sari buah anggur manis yang tidak difermentasi. Kata ini bisa mengacu kepada sari buah segar sewaktu baru diperas dari buah anggur. Yesya bernubuat,”... tiada mengirik anggur (_yayin_) ditempat pemerasan” (yesaya 16:10); demikian pula yeremia mengatakan , “ Aku telah menjauhkan anggur (_yayin_) dari tempat pemerasan;... pekik kegirangan tidak kedengaran lagi ” (yeremia 48:33). Sebenarnya, yeremia bahkan menunjuk kepada sari yang masih  ada didala buah anggur sebagai _yayin_ (lihat yeremia 40:10,12).

Bukti selanjutnya bahwa _yayin_ kadang kadang mengacu kepada sari buah anggur yang tidak difermentasi terdapat dalam kitab ratapan , dimana penulis menggambarkan  bayi bayi yang berseru kepada ibu untuk makanan biasa mereka, “mana roti dan anggur?” (ratapan 2:12). Kenyataan bahwa sari buah anggur yang tidak difermentasi dapat juga disebut anggur  didukung oleh berbagai studi ilmiah. Buku The Jewish Encyclopedia (1901) menyatakan , “anggur segar sebelum difermentasi disebut yayin-migat_ (anggur dalam tempayan)   (sanh, 70a).” Demikian pula Encyclopaedia Yudaica (1971) menegaskan bahwa istilah _yayin_ dipakai untuk mengacu pada sari buah anggur dalam berbagi tahapan , termasuk “anggur yag baru diperas sebelum difermentasi.” Talmud Babilonia menganggap Rabbi hiyya telah menyatakan sesuatu mengenai “anggur (_yayin_) dari tempat pemerasan “ (Baba Bathra, 97a). Dan Halakot Gedalot dikatan, “ seseorang bisa saja memeras setandan buah anggur , karena sari buah anggur dianggap anggur (_yayin_)  dalam kaitan dengan hukum hukum kaum nazir” (dikutip oleh Louis Ginzberg dalam American Jewish YearBook, 1923, hlm 408-409). Untuk pembahasan tentang _oinos padanan yunani PB dari kaya ibrani _yayin_,

 

2. Kata ibrani lainnya yang diterjemahkan “anggur” ialah _tirosh, sebuah kata yang berarti “anggur baru” atau “anggur tuaian.” _Tirosh_ dipakai 38 kali dalam PL; kata ini tidak pernah mengacu kepada minuman yang difermentasi, tetapi senantiasa kepada sari buah yang tidak difermentasi , seperti sari yang masih  ada dalam setandan buah anggur(yesaya 65:8) atau sari buah yang masih  dari buah buah anggur yang baru dipetik (ulangan 11:14; ams 3:10; yoel 2:24). Brown, Driver, Briggs (A Hebrew and English lexicon of The old Testament) menyatakan bahwa tirosh_ berarti “ anggur yang segar atau baru”; The Jewish Encyclopedia (1901) menyatakan bahwa “’_tirosh_’ meliputi semua jenis sari buah yang manis , dan tidak termasuk anggur  yangb difermentasi.”_tirosh_ “masih ada berkat” didalamnya (yesaya 65:8); tetapi anggur yang dfermentasi “adalah pencemooh” (amsal 20:1) dan mengakibatkan kemabukan (Lihat FULL “Ams 23:31”.

 

3. Selain kedua kata diatas untuk anggur, masih ada kata ibrani lainnya yang muncul 23 kali dalam PL dan sering dalam konteks yang sama , yaitu _shekar_, yang pada umumnya diterjemahkan dengan “minuman yang memabukan” (misal bilangan 6:3; 1 samuel 1:15). Beberapa ahli mengatakan bahwa _shekar_ lebih sering mengacu kepada minuman difermentasi, yang mungkin dibuat dari tuak, buah delima, apel atau kurma. The Jewish Encyclopedia (1901) mengemukakan bahwa ketika _yayin_ dibedakan dengan shekar_, maka _yayin_  merupakan suatu minuman difermentasi yang dicampur dengan air sedangkan _shekar_  tidak. Akan tetapi kadang kadang shekar_  dapat mengacu kepada sari buah manis yang tidak memabukan (Robert P. Teachout,”pemakaian anggur dalam PL” disertasi Th.D di Dallas Theological Seminary,1979). _shekar_ berbuhungan dengan shakar, sebuah kata kerja ibrani yang dapat berarti “minum dengan bebas,” selain “menjadikan mabuk.” Dalam sebagian besar pemakaian, sebaiknya kita memahami bahwa bila _yayin_ dan _shekar_ dipakai bersamaan , maka yang dimaksudkan ialah minuman yang memabukan

 

PANDANGAN PERJANJIAN LAMA TERHADAP ANGGUR  
Ada beberapa ayat dalam PL dimana penggunaan _yayin_ dan _shekar_ sebagai minuman difermentasi dikutuk.

  1. Alkitab pertama tama menggambarkan dampak buruk dari anggur yang memabukan dalam kisah Nuh (kejadian 9:20-27). Ia menanam kebum anggurnya, memetik buahnya, lalu membuat anggur yang memabukan dari hasil petikannya itu dan meminumnya. Tindakan itu mengakibatkan kemabukan, perbuatan tidak senonoh, perbuatan kurang sopan dan tragedi keluarga berupa kutukan atas kanaan. Pada masa Abraham, anggur yang memabukan menjadi faktor dalam perbuatan zina lot dengan purti putrinya(kejadian 19:31-38).
  2. Karena minuman beralkohol mampu merusak akhlak, Allah memerintahkan agar semua ima Israel berpantang dariu anggur atau minuman yang memabukan selama masa pelayanan mereka. Allah mengganggap pelnggaran perintah ini cukup serius untuk mengenakan hukuman mati atas imam yang bersalah (Imamat 10:9-11).
  3. Allah juga menyataka kehendakNya mengenai anggur dan minuman yang dfermentasi dengan menuntut agar semua orang yang mengucapkan nazar orang nazir menentangnya (Iih. Bagian selanjutnya).
  4. Hikmat ilahi yang dianugerahkan kepada salomo membuatnya menulis, “anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut; tidaklah bijak orang yang terhuyung huyung karenanya” Amsal 20:1. Minuman beralkohol dapat membuat seseorang mengolok olok standar kebenran Allah dan tidak lagi mengendalikan diri  dalam hal dosa dan kebejatan.
  5. Akhirnya dengan tegas Alkitab menyatakan  bahwa supaya menghindari sengsara dan kesusahan dan sebagai gantinya mengikiuti kehendak Allah, orang benar bahkan tidak boleh memandang atau menginginkan anggur yang difermentasi yang dapat menimbulkan dan menyebabkan kecanduan (lihat Amsal 23:29”-35)

 

KAUM NAZIR DAN ANGGUR
                 Kaum nazir diharapkan untuk menyatakan bahwa setiap orang Israel hendaknya hidup dalam tingkat pemisahan  dari dunia dan penyerahan kepada Allah setinggi mereka (lihat bilangan 6:2). Allah memberikan kepada mereka pengarahan yang jelas mengenai pemakaian anggur.

  1. Kamum nazir harus menantang “anggur dan minuman yang memabukan” (Bilangan 6:3; Ulangan 14:26); sebenarnya, mereka tidak diperkenankan untuk makan atau minum apapun yang berasal dari buah anggur, baim dalam bentuk padat maupun cair. Mungkin sekali Allah memberikan perintah ini untuk melindungi dari godaan meminum minuman yang memabukan dan terhadap kemungkinan adanya seorang nazir meminum anggur yang difermentasi dengan tidak sengaja (Bilangan 6:3-4). Allah tidak ingin orang yang berserah sepenuhnya terbuka terhadap kemungkinan kemabukan atau kencanduan (bandingkan Imamat 10:8-11; Amsal 31:4-5). Jadi, standar tertinggi yang ada dihadapan umat Allah mengenai minuman beralkohol adalah berpantang sama sekali (Bilangan 6:3-4).
  2. Minuman alkohol sering membawa kepada dosa yang lain (seperti perbuatan tunasusila atau kriminal). Kaum nazir  tidak boleh makan atau minum sesuatu yang berasal dari pohon anggur supaya mengajar mereka bahwa mereka harus menghindari dosa dan segala sesuatu yang mendekatinya, menuntun Kepadanya atau mencobai seseorang untuk melakukannya.
  3. Standar Allah bagi kaum nazir berupa pantangan mutlak dari anggur dan minuman yang difermentasi diejek dan ditolak oleh banyak orang israel pada zaman Amos. Nabi ini menyatakan bahwa orang fasik “memberi orang nazir minum anggur ” (lihat Amos 2:12”). Nabi yesaya juga mengatakan, “baik imam maupun nabi pening karena arak, kacau oleh anggur; mereka pusing oleh arak, pening pada waktu melihat penglihatan, goyang pada waktu memberi keputusan. Sungguh, segala meja penuh dengan muntah, kotoran, sehingga tidak ada tempat yang bersih lagi” (Yesaya 28:7-8). Hal ini terjadi kerena para pemimpin ini  menolak standar Allah yang tinggi berupa pantang mutlak (lihat Amsal 31:4-5).
  4. Hakikat ajaran kaum nazir – yaitu, pengabdian penuh kepada Allah dan standar standarNya yang tertinggi – adalah tuntutan yang diknakan atas orang oercaya didalam kristus (Roma 12:1; 2Korintus 6:17; 7:1).menjauhkan diri dari segala sesuatu yang sekiranya dapat menjerumuskan seseorang  dalam dosa merangsang keinginan akan hal hal yang merusak, membuka jalan kepada kecenderungan alkohol atau ganja, atau menyebabkan sodara seiman tersandung, adalah sama pentingnya dari seorang percaya dewasa ini seperti bagi seorang nazir pada zaman PL (lihat 1Tesalonika 5:6; lihat Tit 2:2).

 

ANGGUR PADA PERJANJIAN BARU (1)
          Lukas 7:33-34 “karena Yohanes pembabtis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian anak manusia datang , ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan seorang berdosa.””


ANGGUR DIFERMENTASI ATAU TIDAK DFERMENTASI?
Berikut ini merupakan penyelidikan tentang kata yang paling umum dipakai di Alkitab untuk anggur. Kata yunani untuk “anggur” dalam Lukas 7:33 adalah _oinos_. Kata _oinos_ dapat menunjuk kepada dua jenis sari buah anggur yang jelas berbeda:

  1. sari buah yang tidak difermentasi, dan
  2. anggur yang difermentasi atau yang memabukan.

 

Hal ini didukung oleh keterangan yang berikut.

  1. Kata yunani _oinos_ dipakai oleh para penulis sekular dan agama pada zaman pra-Masehi dan pada zaman gereja yang mula mula untuk menunjuk kepada sari buah anggur yang baru (Iih. Aristotle Metereologica, 387.b.9-13).
  2. Anacreon (sekitar 500 SM) menulis, “peraslah buah anggur, keluarkan sari buahnya (_oinos_)” (Ode 5).
  3. Nicander (abad kedua SM) menulis tentang hal memeras buah anggur dan menyebut sari buah yang dhasilkan sebagai _oinos_ (Georgica,fragment 86).
  4. Papias (TM 60-130), seorang bapa gerja yang mula mula, mengatakan bahwa bila buah anggur dihancurkan maka dihasilkan “anggur(_oinos_) berguci guci” (dikutip oleh irenaeus, againts Heresies, 5.33.3-4).
  5. Sebuah surat bahasa yunani atas papirus (P. Oxy. 729; TM 137) berbicara tentang “anggur baru (_oinos_) dari tempat pengirikan anggur” (Iih. Moulton dan Miligan, the Vocabulary of the Greek Testament, hal.10).
  6. Athenaeus (TM 200) berbicara mengenai “anggur (_oinos_) manis” yang “tidak membuat kepala tersas berat” (Athenaeus, Banquet, 1.54). Di tempat lain , ketika menulis tentang seornag yang mengumpulkan buah anggur, ia mengatakan orang itu “berjalan berkeliling dan mengambil anggur (_oinos_) dari ladang” (1.54). untuk pembahasan yang lebih rinci mengenai pemakaian kata _oinos_  oleh para penullis zaman dahulu, Iih. Robert P. Teachout, “ the use of ‘Wine’ in the old Testament” (Th. D dissertation, dallas Theological seminary, 1979).
  7. Para sarjana yahudi yang menerjemahkan PL ke dalam bahasa yunani kira kira 200 SM (Septuaginta) memakai kata _oinos_ untuk menerjemahkan beberapa kata ibrani untuk anggur dengan kata lain, penulis PB ini mengetahui bahwa _oinos_  dapat dipakai baik untuk sari buah yang difermentasi maupun yang tidak dfermentasi dari buah anggur.
  8. Sebagaimana dengan sumber Yunani yang sekular maupun agama,  suatu penyelidikan bagian bagian PB juga menyatakan bahwa kata _oinos_ bisa berarti anggur yang dfermentasi atau yang tidak dfermentasi . dalam Efesus 5:18, perintah ”janganlah kamu mabuk oleh anggur (_oinos_),”menunjuk kepada anggur yang beralkohol . pada pihak lain di wahyu 19:15 Kristus digambarkan sedang memeras anggur dalam tempat pemerasan anggur. Teks yunaninya berbunyi “ Ia mengirik tempat pengirik anggur (_oinos_)”; _oinos_ yang berasal dari tempat pengirik buah anggur adalah sari buah anggur (lihat Yesaya 16:10; Yeremia 48:32-33). Dalam Wahyu 6:6 _oinos_ menunjuk kepada buah anggur pada pokok anggur sebagai hasil panen yang tidak boleh dirusakan. Demikian, bagi orang percaya pada zaman PB, “anggur” (_oinos_) sebuah kata umum yang dapat dipakai untuk dua jenis minuman anggur yang sama sekali berbeda – anggur yang dfermentasi dan yang tidak dfermentasi.
  9. Pada akhirnya, para penulis romawi dahulu telah dijelaskan dengan rinci berbagai proses dalam menangani sari buah anggur yang baru diperas, terutama cara cara untuk mencegah timbulnya fermentasi.
  10. Collumela(On Agliculture), karena mengetahui bahwa sari buah anggur tidak akan difermentasi apabila dijaga agar tetap sejuk (dibawah 100 C), menulis sebagai berikut,” Agar sari buah itu diperas, ambilah anggur yang paling baru (yakni, sari buah anggur yang baru), masukan kedalam wadah (amphora) yang baru, tutuplah wadah itu, selubungi dengan ter dengan seksama supaya air tidak bisa masuk; kemudian tenggelamkan kedalam sebuah bak atau kolam air dingin dan jangan biarkan sebagian  amphora itu berada di atas permukaan air. Setelah empat puluh hari keluarkanlah dari air. Sari anggur itu akan tetap manis selama setahun”(juga iih. Columella, agriculture and trees; cato, on agriculture). Penulis romawi, Plinus (abad pertama TM) menulis, “Selekasnya anggur baru (sari buah anggur) di ambil dari bak pemerasan dan di isi dalam tong tong kecil, mereka membenamkan tong tong itu di dalam air sampai lewat pertengahan musim dingin dan cuaca dingin yang biasa tiba” (Plinus,Natural History, 14.11.83). cara ini pasti akan berhasil di negri Israel (lihat Ulangan 8:7; 11:11-12; mazmur 65:10-13).
  11. (b) Suatu cara lain yang mencegah timbulnya fermentasi pada buah anggur ialah merebusnya dalam sirop (untuk keterangan lebih lanjut). Sebenarnya para sejarawan aman dahulu menyebut hasil ini sebagai anggur (_oinos_). Cannon farrar (smith’s Bible Dictionary, hal.747) menyatakan bahwa “anggur zaman dahulu lebih menyerupai sirop; banyak diantaranya tidak memabukan”. Juga, The New Bible Dictionary (hal.1332) menyatakan bahwa “ ada cara untuk membuat anggur untuk tetap manis sepanjang tahun.

 

PENGGUNAAN ANGGUR DALAM PERJAMUAN KUDUS
Apakah yesus menggunakan minuman anggur yang difermentasi atau tidak fermentasi ketika Ia menetapkan perjamuan kudus (Matius 26:26-29; Markus 14:22-25; Lukas 22:17-20; 1Korintus 11:23-26)? Keterangan berikjut ini mendukung kesimpulan bahwa Yesus dan para murid-Nya minum sari buah anggur tidak difermentasi.

  1. Baik lukas maupun penulis lain di alkitab menggunakan kata “anggur” (Yunan i_oinos_)  berkenaan dengan perjamuan kudus ketiga penulis kitab kitab injil uang pertama menggunakan frase “hasil pokok anggur” (Matius 26:29; Markus 14:25; Lukas 22:18). Anggur yang tidak difermentasi adalah satu satunya “hasil pokok anggur”  alami yang sesungguhnya, yang mengandung kira kira 20 persen gula dan tidak beralkohol. Fermentasi merusakan sebagian besar gula itu dan mengubah apa yang dihasilkan oleh pokokm anggur. Anggur yang difermentasi bukan merupakan hasil pokok anggur.
  2. Perjamuan kudus ditetapkan ketika yesus dan para muridNya sedang makan paskah. Hukum paskah di Keluaran 12:14-20 melarang adanya dan penggunaan seorang keluaran 12:15), sebuah kata yang menunjuk kepada ragi atau zat fermentasi apa pun, selama pekan paskah. Di dunia zaman dahulu sering kali seor diperoleh dari buih kental yang terdapat pada permukaan anggur yang sedang dufermentasi. Lagi pula , semua hametz (yaitu segala sesuatu yang mengandung fermentasi apapun) terlarang (keluaran 12:19; Keluaran 13:7). Tuhan telah menmberikan  hukum hukum ini oleh sebab fermentasi melambangkan kebejatan dan dosa (bandingkan. Matius 16:6,12; 1korintus 5:7-8). Yesus, Anak Allah, menggenapi setiap tuntutan hukum taurat Matius 5:17). Maka , ia pasti telah menaati hukum Allah untuk perayaan paskah dan tidak menggunakan anggur yang tidak difermentasi.
  3. Selama berabad abad telah terjadi perdebatan yang agak hangat diantara para rabi dan cendekiawan Yahudi mengenai masalah apakah hasil pokok anggur yang difermentasi diperbolehkan dalam perayaan Paskah. Golongan yang menganut tafsiran yang lebih ketat dan harafiah dari Alkitab Ibrani, terutama keluaran 13:7, bersikeras bahwa anggur yang dfermentasi tidak boleh digunakan dalam peristiwa ini.
  4. Beberapa sumber yahudi menguatkan bahwa penggunaan anggur yang tidak difermentasi sudah biasa dalam zaman PB. Misalnya,”Menurut injil injil sinoptis, rupanya pada kamis petang dari minggu terakhir dalam kehidupanNya, Yesus bersama muridNya memasuki kota yerusalem untuk makan perjamuan paskah bersama mereka dikota suci itu; jika demikian, roti dan anggur dari ... kebaktian perjamuan kudus yang ditetapkan olehNya pada saat itu sebagai suatu peringatan tentulah roti yang tidak beragi dan anggur yang tidak difermentasi dari kebaktian seder”(lihat “Yesus”, the Jewish encyclopedia, edisi 1904, V.165).
  5. Dalam PL, minuman yang difermentasi sama sekali tidak boleh digunakan dalam rumah Tuhan, demikian para imam tidak di izinkan menghampiri tuhan dalam ibadah sementara minum minuman keras (imamat 10:9-11). Yesus Kristus adalah imam besar Allah dari PB, yang menghampiri Allah demi umatNya (Ibrani 3:1; 5:1-10).
  6. Nilai suatu simbol ditentukan oleh kemampuannya untuk menggambarkan kenyataan yang rohani. Oleh karena itu, sama seperti roti melambangkan tubuh kristus dan harus tidak beragi (yaitu, tidak dicemarkan oleh fermentasi), demikian pula pokok anggur yang melambangkan darah Kristus yang tak bernoda, akan digambarkan paling baik oleh sari buah yang tidak difermentasi (bandingkan 1Petrus 1:18-19). Karena Alkitab secara tegas bahwa proses pembusukan tidak diijinkan bekerja baik di dalam tubuh maupun didalam darah Kristus (Mazmur 16:10; Kisah Rasul 2:27; Kisah Rasul 13:37), maka secara tepatlah tubuh dan darah Kristus itu dilambangkan oleh sesuatu yang tidak dicemarkan dan tidak difermentasi.
  7. Rasul Paulus menasihatkan jemaat di Korintus agar membuang ragi rohani, yaitu unsur fermentasi dari “keburukan dan kejahatan”, oleh sebab Kristus adalah Paskah kita (1Korintus 5:6-8). Tak kan sesuai dengan tujuan dan tuntutan rohani Perjamuan Kudus bila kita memakai sesuatu yang melambangkan kejahatan, yaitu sesuatu yang beragi.

 

ANGGUR PADA ZAMAN PERJANJIAN BARU (2)
Yohanes 2:11 “hal itu dibuay Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda tandaNya dan dengan itu Ia telah menyatamkan KemuliaanNya dan murid muridNya percaya kepadaNya.
Berhubungan dengan artikel ini , bacalah juga; Iih. Art. ANGGUR PADA ZAMAN PERJANJIAN BARU (1),

 


ANGGUR TERCAMPUR ATAU MURNI?
Data sejarah mengenai pembuatan dan penggunaan anggur oleh orang Yahudi dan bangsa bangsa lainnya di dunia Alkitabbiah menunjukan bahwa air anggur:

  1. Sering kali tidak difermentasi dan pada umumnya dicampur dengan air. Artikel pertama dengan judul ; lihat arti ANGGUR DALAM PERJANJIAN BARU (1) membahas salah satu proses yang dipakai agar sari buah anggur yang baru diperas tetap manis dan tidak berfermentasi. Artikel ini membahas dua proses lain berhubungan dengan buah anggur, sebelum dicampur dengan air.
  2. Salah satu cara adalah mengeringkan buah anggur lalu diberi minyak zaitun untuk memelihara kelembaban dan disimpan didalam guci guci tanah liat (The Zondervan Pictorial Encyclopedia of The Bible, V.882; juga Iih. Columella, On Agliculture, 12.44.1-8). Sari anggur yang sangat manis dapat diperoleh dari buah anggur ini dengan merendamnya dalam air atau dididihkan . polibius mencatat bahwa wanita di Roma diizinkan meminum anggur semacam ini, namun ddilarang minum anggur yang difermentasi (Iih. Polibius, Fragments, 6:4; Plinius, Natural History, 14.11.81).
  3. Cara lain adalah mendidihkan sari anggur yang baru diperas sehingga mejadi sangat kental ; proses ini memunginkan sari anggur itu dapatdisimpan, mengeluarkan semua unsur yang dapat memabukan karena konsentrasi gula yang sangat tinggi , dan kemanisannya tetap terpelihara (Iih. Columella, 12.19.1-6 dan 20.1-8, Plinius, 14.11.80). cairan kental ini kemudian disimpan dalam kantong kulit atau guci tanah liat yang besar. Cairan kental ini dapat digunakan untuk pelengkap makan roti atau dicampur dengan air untuk dijadikan sari anggur lagi (The zondervan Pictorial Encyclopedia of The Bible, V.882-884). “Mungkin buah anggur dipelihara sebagai sumber gula: sari anggur hasil “kilangan anggur” dikentalkan dengan mendidihkannya ... yang dikenal sebagai madu anggur (The international Standar Bible Encyclopedia, V.3050). Ayat ayat dalam Alkitab yang menyebut madu sering kali berbicara tentang madu anggur ini (disebut debash oleh orang Yahudi) dan bukan madu lebah.
  4. Dengan demikian air dapat dicampurkan dengan buah anggur kering dan sari anggur kental atau anggur yang difermentasi. Para penulis Yunani dan Roma menyebutkan berbagai kadar campuran. Homer (Odyssey, IX.208 dst.) menyebutkan campuran 20 bagian air dengan 1 bagian anggur. Plutarkhus (Sumposiacs, III.ix) menyatakan  “sebuah campuran dinamakan ‘anggur’ walaupun sebagian besar campurannya terdiri atas air. ”Plinus (14.6.54) menyebutkan perbandingan campuran delapan bagian air dan satu bagian anggur.
  5. Di kalangan Yahudi di zaman Alkitab, adat sosial dan agama perintahkan bahwa anggur yang tidak bercampur air tidak boleh disajikan, terutama jika itu telah difermentasi. Talmud (karya ya g berisi tradisi Yahudi sejak + 200 SM hingga 200 M) membahas adanya berbagai campuran air dan anggur (mis. Shabbath 77a; Pesahim 1086). Ada rabi Yahudi yangb menegaskan bahwa anggur yang difermentasi jikalau tidak dicampur dengan minimal tiga bagian air untuk tiap bagiannya tidak dapat diberkati dan dapat menajiskan si peminum. Yang lain menuntut bahwa campurannya harus sepuluh bagian air untuk satu bagian anggur difermentasi sebelum dapat diterima.
  6. Ada sebagian ayat menarik muncul dalam Kitab Wahyu: ketika berbicara tentang “anggur murka Allah” seorang malaikat mengatakan bahwa anggur itu “disediakan tanpa campuran” (wahyu 14:10; Lihat Yeremia 25:15). Dinyatakan demikian karena pembaca pada umumnya mengharapkan bahwa semua sari anggur sudah dicampur dengan air (lihat Yohanes 2:3).

 

Singkatnya, penggunaan anggur yang normal di kalangan Yahudi pada Zaman Alkitabiah berbeda sekali dengan pengunaan dewasa ini. Anggur pada zaman itu adalah:

  1. Sari buah anggur yang masih segar.
  2. Sari buah anggur yang masih disimpan.
  3. Sari buah anggur yang dikeringkan.
  4. Minuman anggur yang dibuat dari sari anggur dan air, dan
  5. Anggur difermentasi atau tidak difermentasi yang disimpan dan dicampur dengan air menurut perbandingan setinggi 20 banding 1. Apabila anggur yang difermentasi disajikan dengan murni maka hal itu dianggap tidak beradab, menajiskan dan tidak dapat diberkati oleh para rabi. Berdasarkan semua fakta ini, mustahilah mempertahankan bahwa kebiasaan minum anggur ala modern diizinkan karena oerang Yahudi minum “air anggur” pada zaman alkitab. Selanjutnya, orang orang kristen zaman alkitab malah lebih cermat lahi mengenai beraneka macam air anggur daripada orang Yahudi (lihat Roma 14:21; 1Tesalonika 5:6; 1timotius 3:3; Titus 2:2)

 

KEMULIAAN KRISTUS DINYATAKAN MELALUI ANGGUR
                        Dalam pasal kedua, Yohanes mencatat bahwa Yesus membuat “anggur” dari air pada pesta pernikahan di Kana. Pertanyaannya ialah “jenis anggur bagaimanakah?” sebagaimana sudah kita pelajari, anggur itu bisa merupakan anggur difermentasi atau tidak difermentasi, tanpa campuran atau dengan dcampur air. Kita harus menentukan jawaban kita berdasarkan berbagai implikasi kontekstual dan kemungkinan moral. Pandangan penulis catatan Alkitab ini bahwa Yesus membuat anggur (_oinos_) yang merupaka sari buah anggur yang tidak difermentasi. Data berikut memberikan alasan yang kuat un tuk menolak pendapat  bahwa Yesus membuat anggur beragi yang memabukan.

  1. Tujuan utama dari mukjizat ini adalah untuk menyatakan kemulianNya (yohanes 2:11) sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan iman pribadi kepadaNya sebagai putra Allah yang kudus dan benar yang datamg untuk menyelamatkan umatNya dari dosa (Yohanes 2:11; bandingkan Matius 1:21). Mengemukakan bahwa kristus menunjukan keilahianNya sebagai satu satunya anak bapa (Yohanes 1:14) dengan menciptakan berliter liter anggur yang dapat memabukan untuk berpesta pora (lihat Yohanes 2:10 yang menyatakan secara tidak langsung bahwa orang banyak sudah minum semuanya), dan bahwa ini sangat penting untuk misi Mesias,  merupakan suatu ketidak sopanan yang jarang ditunjukan oleh orang beriman. Percaya pada Yesus secara adikodrati menciptakan sari buah anggur yang sama seperti yang dibuat Allah setiap tahun melalui proses yang alami (lihat Yohanes 2:3). Yohanes 2:3] akan lebih menegaskan kehormatan Allah serta kehormatan dan kemuliaan kristus. Dengan demikian jelaslah bahwa mukjizat ini menunjukan kedaulatan Kristus atas alam dan menjadi lambang dari kuasaNya untuk mengubah orang berdosa menjadi anak anak Allah secara rohani (Yohanes 3:1-15). Kaerna mukjizat ini “ kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai anak tunggal Bapa, penuhb kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:14; bandingkan Yohanes 2:11).
  2. Sungguh bertentangan dengan pertanyaan Alkitab  menganai ketaatan  Kristus yang sempurna kepada Bapa sorgawi (bandingkan 2Korintus 5:21; Ibrani 4:15; 1Petrus 2:2) untuk menyangka bahwa Ia tidak taat kepada perintah moral Bapa,”jangan melihat kepada anggur, kalau  merah menarik warnanya, dan mengilau pada cawan , yang megalir masuk dalam nikmat” (lihat amsal 3:31). Sesungguhnya, kristus datang untuk menggenapi Hukum Taurat (Matius 5:17) dan akan mendukung bagian bagian Alkitab yang mengutuk anggur sebagai  “pencemooh” dan minuman keras sebagai “peribut” “Ams 20:1” serta perkataan Habakuk 2:15,”celakalah orang yang memberi minum sesamnya manusia ... bahkan memabukan dia” (bandingkan Imamat 10:8-11; Bilangan 6:2-5; Ulangan 21:20; Amsal 31:4-7; Yesaya 28:7; Amos 2:8,12; 4:1; 6:6; Roma 14:13,21).
  3. Selanjutnya, perhatikan bukti dari ilmu kedokteran modern berikut ini.
  4. Para pakar ilmu kedokteran modern telah menemukan bukti yang jelas bahwa penggunaan minuman berkadar alkohol merusak sistem reproduksi wanita yang masih mampu melahirkan, serta menyebabkan keguguran dan kelahiran anak dengan cacat mental dengan jasmani yang tak dapat disembuhkan. Para pakar tersebut mengatakan bahwa wanita yang meminum minuman dengan kadar alkohol yang sedikit sekalipun pada saat mengandung (sekitar 48 jam sesudah pembuahan) mengambil resiko merusak perkembangan sel telur yang siap meninggalkan indung telur serta menyebabkan perkembangan mental dan jasmani yang buruk pada bayi.
  5. Secara teologis tidaklah masuk akal untuk beranggapan bahwa Yesus mendukung penggunaan minuman mengandung alkohol pada pesta pernikahan yang dihadiri banyak wanita serta pengantin perempuan yang kemungkinan segera mengalami pembuahan. Menegaskan bahwa Yesus tidak mungkin mengetahui dampak dampak mengerikan terhadap perkembangan anak yang belum lahir  berarti meragukan keilahianNya,hikmatNya, dan pengertianNya tentang baik dan jahat. Menganggap bahwa ia mengetahui bahya dan akibat alkohol, namunmendorong pemakaiannya berarti meragukan kebaikan, belas kasihan, dan kasihNya.
  6. Oleh karena itu satu satunya kesimpulan yang rasional, teologis, dan alkitabiah adalah bahwa anggur yang dibuat oleh Yesus pada saat pernikahan itu untuk menyatakan kemuliannya adalah sari buah anggur yang murni, manis, dan tidak difermentasi.

 

Mungkin ada pertanyaan: bagaimana kalau gereja yang dikampung yang sangat susah untuk mendapatkan roti dan anggur; yang walaupun ada tetapi harganya sangat mahal sekali dan tidak terjangkau oleh kemampuan gereja tersebut?   Untuk mengganti bahan tersebut dapat juga dipakai ubi kayu/singkong, ketela, kelapa, adonan tepung beras/gaplek dibuat sejenis kue sebagai pengganti roti. Ingat bahwa pada zaman Yesus dahulu, roti yang dipakai untuk perjamuan kudus adalah adonan tepung gandum yang tidak diberi ragi\bumbu bumbu, kemudian dibakar.
                        Kemudian untuk pengganti air anggur, bisa juga digunakan sirop, air kelapa, atau air teh. Pada zaman yesus dahulu memang memakai buah anggur asli yang keras. Tetapi mengingat di negri kita bukan negri panghasil anggur, apa salahnya kita ganti dengan bahan baha diatas? Yang perlu diingat, bukanlah bahan yang kita pakai, tetapi adalah tujuan untuk mengingat kembali bahwa Yesus telah mati menumpahkan darah di atas kayu salib, dan bangkit pada hari yang ketiga untuk membebaskan manusia dari kuasa dosa.

 

D. AYAT AYAT ALKITAB TENTANG PERJAMUAN KUDUS

1. Tentang Perayaan paskah

Berfirmanlah Tuhan kepada Musa dan Harun ditanah Mesir:”bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap tiap tahun.  Katakan kepada segenap jemaat Israel: pada tanggal sepuluh bulan ini diambilah oleh masing masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap tiap rumah tangga. Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya  untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap tiap orang. Anak dombamu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh mengambil domba atau kambing.kamu harus mengurungnya samoai hari yang ke empat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja. Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah rumah dimana orang memakannya. Dagingnya harus dimakanmereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus harus makan dengan roti yang tidak beragi serta sayur pahit. Janganlah kamu memakan mentah atau direbus dengan air; hanya dipanggang di api lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya. Janganlah kamu tinggalkan apa apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah sampai habis dengan api. Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat ditanganmu; buru burulah kamu memakannya; itu Paskah bagi Tuhan.
Sebab pada malam  ini Aku akan menjalani tanah mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan kubunuh, sampai kepada semua allah di mesir akan kujatuhkan hukuman, Akulah Tuhan. Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah rumah dimana kamu tinggal: apabila meihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan ditengah tengah kamu, apabila aku menghukum tanah Mesir. Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakan sebagai hari bagi Tuhan turun temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya. Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; sebab pada pertamapun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel.


Kamu adakanlah pertemuan yang kudus, baik pada hari yang pertama maupun hari yang ketujuh; pada hari hari itu tidak bolehdilakukan pekerjaan apapun; hanya apa yang perlu dimakan setiap orang, itu sajalah yang boleh sediakan. Jadi kamu harus tetap merayakan hari raya makan roti yang tidak beragi, sebab tepat padsa hari ini juga aku membawa pasukan pasukanmu keluardari tanah Mesir. Maka haruslah kamu rayakan hari ini turun temurun; itulah suatu ketetapan untuk selamanya. Dalam bulan pertama, pada hari yang ke empat belas pada bulan itu pada waktu petang, kamu makanlah roti yang tidak beragi, sampai kepada hari yang kedua puluh satu bulan itu, pada waktu petang. Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi , orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel, baik ia orang asing, baik ia orang asli. Sesuatu apapun yang beragi tidak boleh kamumakan; kamu makanlah roti yang tidak beragi disegala tempat kediamanmu.”


Lalu musa memanggil tua tua Israel serta berkata kepada mereka: “pergilah, ambilah kambing domba untuk kaummu  dan sembelihlah abak domba paskah. Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu dan darah itu kamu harus sapukan  pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorangpun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi. Dan Tuhan akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah padsa ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka Tuhan akan melewati pintu itu dantidak membiarkan pemusnahan masuk kedalam rumahmu untuk menukahi.
Kamu harus memegang ini sebagai ketetapan sampai selama lamanya bagimu dan bagi anak anakmu. Dan apabila kamu tiba di negri yang akan diberikan Tuhan kepadamu, seperti yang difirmankanNya, maka kamu harus pelihara ibadah ini. Dan apabila anak anakmu berkata kepadamu: apakah artinya ibadahmu ini? Maka haruslah kamu berkata: itulah korban paskah bagi Tuhan yang melewati rumah rumah orang israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah rumah kita.”Lalu berlututlah bangsa itu dan sujud menyembah. Pergilah, orang Israel, lalu berbuat demikian; seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa dan Harun, demikianlah diperbuat mereka.(Keluaran 12:1-28)

2. Tentang Hari Raya

Inilah hari hari raya yang ditetapkan Tuhan, hari hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing masing pada waktu yang tetap. Dalam bulan yang pertama, pada tanggal 14 bulan itu, pada waktu senja, ada paskah bagi Tuhan. Dan apabila hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi Tuhan; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi.(imamat 23:5-6)

 

3. Ketetapan Ketetapan Mengenai Perayaan Paskah

Tuhan berfirman kepada Musa dipadang gurun Sinai, pada bulan yang pertama tahun yang kedua setelah mereka keluar dari tanah Mesir.”Orang Israel harus merayakan Paskah pada waktunya; pada waktu senja, haruskah kamu merayakannya pada waktu yang ditetapkan, menurut segala ketetapan dan peraturan haruslah kamu merayakannya.”Lalu Musa menyuruh orang israel merayakan paskah. Maka mereka merayakan paskah pada bulan yang pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu, pada waktu senja, di padang gurun Sinai; tepat seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa, demikianlah dilakukan orang Israel. Tetapi ada beberapa orang yang najis oleh kaera mayat, sehingga tidak dapat merayakan paskah pada hari itu. Mereka datang menhadap Musa dan Harun pada hari itu juga, lalu berkata kepadanya:”Sesungguhnya kami najis oelh karena mayat, dengan dasar apakah kami dicegah mempersembahkan bagi Tuhan ditengah tengah orang Israel pada waktu yang ditetapkan?” laklu jawab Musa kepada mereka:” Tunggulah dahulu aku hendak mendengar apa yang diperintahkan Tuhan mengenai kamu.”
Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “ Katakanlah kepada orang Israel: apabila seorang diantara kamu atau keturunanmu najis oelh karena mayat, atau berada dalam perjalan jauh, maka ia harus merayakan paskah bagi Tuhan. Pada bulan yang kedua, pada hari yang ke ekmpat belas, pada waktu senja, haruslah orang orang itu merayakannya; beserta roti yang tidak beragi dan sayur pahit haruslah meraka memakannya. Janganlah mereka mennggalkan sebagian dari padanya sampai pagi, dan satu tulangpun tidak boleh dipatahkan mereka. Menurut segala ketetapan paskah haruslah mereka merayakannya. Sebaliknya orang yang tidak najis, dan tidak dalam perjalanan, tetapi lali merayakan paskah, orang itu harus dilenyapkan dari antara orang orang sebangsanya, sebab ia tidak mempersembahkan persembahan yang kepada pada waktunya; orang itu akan menanggung akibat dosanya. Apabila seorang asing yang telah menetap padamu hendak merayakan paskah bagi Tuhan, maka haruslah ia merayakannya menurut segala ketetapan dan peraturan Paskah. Satu ketetapan harus berlaku bagi kamu, baik bagi orang asing  maupun bagi orang Israel asli.”(Bilangan 9:1-14)


Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah mecahkannya lalu memberikannya kepada murid muridNya dan berkata: “ambilah, makanlah, inilah tubuhKu”. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata:”minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.(Matius 26:26-28)
Kemudian Ia mengambil cawan, mengucap syukur, lalu berkata : “ambilah ini dan bagikanlah diantara kamu. Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kataNya: “inilah tubuhKu yang diserahkan bagi kamu; perbuatan ini menjadi peringatan akan Aku”.demikian juga dibuatnya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata:” Cawan itu adalah perjanjian baru oleh darahKu, yang ditumpahkan bagi kamu.(Lukas 22:17,19,20)
Karena itu, saudara saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala! Ak berbicara kepadamu sebagai orang orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang Aku katakan! Bukanlah cawan pengucapan syukur, yang atasnyakita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukanlah roti yang kita pecah pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?(1Korintus 10:14-16)


Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi menghamiri seluruh adonan? Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. Karena itu marilah kita berpesta, bukanlah dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, yaitu kemurnian dan kebenaran.(1Korintus 5:6b-8)


Sebab apa yang telah kuteruskan  kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti,, dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah mecahkannya dan berkata: “Inilah Tubuhku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan aku!”demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darahKu; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku! ”sebab setiap kali kamu roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. Jadi barang siapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Hendaklah tiap tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah ituia akan makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barang siapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab itu banyak diantara yang lemah dan sakit dan tidak sedikit yang meninggal.(1Korintus 11:23-30)


Janganlah engkau makan sesuatu yang beragi besertanya; tujuh hari lamanya engkau harus makan roti yang tidak beragi besertanya, yakni roti penderitaan, sebab dengan buru buru engkau keluar dari tanah mesir. Maksudnya supaya seumur hidup engkau teringat akan hari engkau keluar dari tanah mesir.(Ulangan 16:13)
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan raoti dan berdoa. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap tiap hari dalam bait Allah. Mereka memecahkan roti dirumah masing masing secara bergilir dan makan bersama sama dengan gembiradan dengan tulus hati,sambil memuji Allah.(Kisah Para Rasul 2:42,46)


Dan ketika Yesus dan murid muridNya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata : “Ambilah, inilah tubuhKu.” Sesudah itu ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu. Dan Ia berkata kepada mereka:”inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam kerajaan Allah,”(Markus 14:22-25)
Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah mecahkan roti, Paulus berbicara pada saudara saudara disitu, karena Ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam.(Kisah Para Rasul 20:7