1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Pelajaran 3 : PENGAKUAN

 

Ayat Hafalan:

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (Roma 10:9-10)

 

A. Arti Pengakuan:

Kata pengakuan diambil dari bahasa Ibrani Yada. Bahasa Yunani Homologein, Kata ini merujuk kepada dua hal, yaitu pengakuan iman dan pengakuan dosa. Secara umu, merupakan tanda lahiriah yang menandai pertobatan dan iman.

Mengaku (toda: kata kerja dalam bahasa Ibrani) merujuk pada pengakuan, ucapan syukur atas apa yang telah Allah lakukan dalam penyelamatan bagi Israel. Dalam perjanjian Baru merujuk pada, mengakui Yesus sebagai Mesias.

Pengakuan, kata kerjanya adalah mengaku. Mengaku berarti, tindakan manusia untuk mengakui dihadapan Allah bahwa ia telah berdosa, kurang dari kemuliaan Allah, dan telah menyimpang dari titah-titahNya, dan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat yang sanggup mengampuni dosanya, dan menyelamatkan dia.

 

B. Tujuan Pengakuan:

Tujuan pengakuan manusia adalah mendapatkan pengakuan Allah. Artinya mengakui Allah pencipta dan pemilik alam seisinya, dan Allah akan mengakui sebagai milikNya.

 

C. Cara Pengakuan:

Contoh pengakuan yang jelas adalah cerita Alkitab tentang anak terhilang dari Injil Lukas 15:17-21. Ia datang kepada bapanya, mengakui bahwa ia telah berdosa, dan tidak layak disebut anak lagi. Demikian juga cara pengakuan yang pantas dihadapan Allah Bapa kita yang ada di sorga.

 

D. Hasil Pengakuan:

Kata yang paling tepat adalah yang dikatakan dalam Matius 10:32, bahwa setiap orang yang mengakui Yesus di depan manusia, Yesus akan mengakuinya juga di depan Bapa. Tetapi setiap orang yang menyangkal Dia, Yesus juga akan menyangkalnya.

 

E. Orang-Orang di Alkitab Yang Mengakui otoritas Allah

 

 
 
 

1. Daud Mengakui Dosanya Setelah Ditegur Nabi Natan

Beginilah Firman Tuhan, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul. Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan istri-istri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu. Mengapa engkau menghina Tuhan dengan melakukan apa yang jahat dimataNya? Uria, orang Het itu, kau biarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kau ambil menjadi istrimu, dan dia sendiri telah kau biarkan dibunuh oleh padang Bani Amon. Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil istri Uria, orang Het itu, untuk menjadi istrimu. Beginilah Firman Tuhan: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil istri-istrimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan istri-istrimu di siang hari. Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan." Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada Tuhan." Dan Natan berkata kepada Daud: "Tuhan telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista Tuhan, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati." ( II Samuel 12:7b-14)

2. Ruth Orang Moab Mengakuui Allah Orang Israel Sebagai Allahnya

Maka berangkatlah ia dari tempat tinggalnya itu, bersama-sama dengan kedua menantunya. Ketika mereka sedang di jalan untuk pulang ke tanah Yehuda, berkatalah Naomi kepada kedua menantunya itu: "Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; Tuhan kiranya menunjukkan kasihNya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku; kiranya atas karunia Tuhan kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya." Lalu diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan suara keras dan berkata kepadanya: "Tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada bangsamu." Tetapi Naomi berkata: "Pulanglah, anak-anakku, mengapakah kamu turut dengan aku? Bukankah tidak akan ada lagi anak laki-laki yang kulahirkan untuk dijadikan suamimu nanti? Pulanglah anak-anakku, sebab sudah terlalu tua aku untuk bersuami. Seandainya pikirku: Ada harapan bagiku, dan sekalipun malam ini bersuami, bahkan sekalipun aku masih melahirkan anak laki-laki, masakan kamu menanti menanti sampai dewasa? Masakan karena itu kamu harus menahan diri dan tidak bersuami? janganlah kiranya demikian, anak-anakku, bukankan jauh lebih pahit yang aku alami daripada kamu, sebab tangan Tuhan teracung menghadap aku?" Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Ruth tetap berpaut padanya. Berkatalah Naomi: " Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu. "Tetapi kata Ruth: Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab kemana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan dimana engkau bermalam, disitu jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku, bahkan lebih lagi daripada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau , selain daripada maut!" Ketika Naomi melihat, bahwa Ruth berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya. Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. (Rut 1:7-19)

3. Rasul Paulus Penganiaya Orang Percaya Akhirnya Mengakui Yesus

Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia mengahadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa daripadanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.

Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" KataNya: "Akulah Yesus yang kau aniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kau perbuat." Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun. Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.

Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman murid Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias." Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!" Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama jalan Lurus dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi." Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukan kepada orang-prang KudusMu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil namaMu." Tetapi Firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagiKu untuk memberitakan namaKu kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena namaKu." Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. (Kisah Para Rasul 9:1-19)

4. Simon Petrus si Penjala Ikan Mengakui Yesus Sebagai Mesias

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-muridNya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetepi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang Hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." Lalu Yesus melarang murid-muridNya supaya jengan memberitahukan kepada siapapun bahwa ia Mesias. (Matius 16:13-20)

 

F. Ayat-Ayat Alkitab Tentang Pengakuan:

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (Roma 10:9-10)
Sesungguhnya engkau akan mengandung anak dan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya, dan ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan kerajaanNya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menuangi engkau: sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. (Lukas 1:31-35)
Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan BapaKu yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga menyangkalnya di depan BapaKu yang di sorga. Matius 10:32,33
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapaksh Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (Matius 16:15-16)
Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam Allah. (I Yohanes 4:15)
...., lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan." (Matius 3:17)
Lalu ia menyadari keadaanya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. (Lukas 15:17-21)