Pelajaran 2 : PERTOBATAN
Ayat Hafalan:
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (I Yohanes 1:9)
Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. (Markus 16:16)
A. Arti Pertobatan:
Dalam Perjanjian Lama diambil dari bahasa Ibrani Syuv, yang berarti berputar, berbalik kembali. Seseorang yang berbalik dari dosa kepada Allah. Yeremia 3:14 "kembalilah." Mazmur 78:34 berarti "berbalik". Yeremia 18:8 diterjemahkan "bertobat".
Dalam Perjanjian Baru diambil dari dua kata bahasa Yunani:
Pertama, Metanoia dan metenoio (ditulis kurang lebih 58 kali). Dari kata tersebut selalu diterjemahkan "bertobat." Arti asasi: perubahan hati/perubahan pikiran dan sikap berputar 180 derajat, berbalik dari dosa kepada Allah dan melayani Dia. Metanoia/o merupakan syarat mutlak untuk memperoleh keselamatan.
Kedua, Epistrefo (ditulis 30 kali) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia "kembali" atau "berpaling" (matius 10:13). "Insyaf" (Lukas 22:32). Epistrefo merupakan pertobatan ulang, karena seseorang percaya jatuh dalam dosa. Kata ini merujuk pada putar balik/pertobatan kepada Allah.
Secara umum, baik Metanoia/o atau Epistrefo mempunyai arti berbalik dan berubah hati.
Arti pertobatan adalah berbalik arah, meninggalkan dosa dan masuk dalam keselamatan dalam Yesus Kristus. Bertobat berarti berbalik dari perbuatan-perbuatan yang jahat dan melakukan yang baik, sebab perbuatan jahat yang kita lakukan adalah dosa. Ini adalah kata yang paling tepat untuk kekristenan.
B. Pertobatan Menyangkut Tiga Hal:
Dalam pertobatan melibatkan tiga hal, yaitu intelek, emosi dan kehendak atau disebut juga pikiran, perasaan dan kemauan. Tiga hal ini harus diserahkan ke dalam pimpinan Allah, tidak lagi dikuasai oleh diri sendiri.
C. Cara Bertobat:
Dalam pelajaran satu telah dijelaskan bahwa Allah telah bertindak untuk tujuan tertentu bagi manusia. Tujuan itu adalah penyelamatan. Namun untuk dapat mencapai keselamatan itu harus ada tindakan manusia. Caranya adalah menyambut Allah, percaya kepadaNya, meninggalkan dosa dan menuruti segala perintahNya.
D. Hasil Bertobat:
Sangat tepat kalau saya kutip Yesaya 30:15, yang mengatakan, dengan bertobat dan tinggal diam, orang tersebut mendapat keselamatan kekal, dan mendapatkan kekuatan yang sejati. Markus menulis: "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum." (Markus 16:16)
E. Orang-Orang Bertobat Pada Zaman Alkitab
1. Daud Bertobat Setelah Ditegur Nabi Natan
Beginilah Firman Tuhan, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul. Telah kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan istri -istri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu. Mengapa engkau menghina Tuhan dengan melakukan apa yang jahat di mataNya? Uria, orang Het itu, kau biarkan ditewaskan dengan padang; isterinya kau ambil menjadi istrimu, dan dia sendiri telah kau biarkan dibunuh oleh pedang Bani Amon. Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil istri Uria, orang Het itu, untuk menjadi istrimu. Beginilah Firman Tuhan: Bahwasannya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil istri-istrimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan istri-istrimu di siang hari. Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan." Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada Tuhan." Dan Natan berkata kepada Daud: "Tuhan telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista Tuhan, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati." (II Samuel 12:7b-14)
2. Ruth Orang Moab Mengakui Allah Orang Israel Sebagai Allahnya
Maka berangkatlah ia dari tempat tinggalnya itu, bersama-sama dengan kedua menantunya. Ketika mereka sedang di jalan untuk pilang ke tanah Yehuda, berkatalah Naomi kepada kedua menantunya itu: "Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; Tuhan kiranya menunjukkan kasihNya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku; kiranya atas karunia Tuhan kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya." Lalu diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan suara keras dan berkata kepadanya: "Tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada bangsamu." Tetapi Naomi berkata: "Pulanglah, anak-anakku, mengapakah kamu turut dengan aku? Bukankah tidak akan ada lagi anak laki-laki yang kulahirkan untuk dijadikan suamimu nanti? Pulanglah, anak-anakku, sebab sudah terlalu tua aku untuk bersuami. Seandainya pikirku: Ada harapan bagiku, dan sekalipun malam ini aku bersuami, bahkan sekalipun aku masih melahirkan anak laki-laki, masakan tamu menanti sampai dewasa? Masakan karena itu kamu harus menahan diri dan tidak bersuami? janganlah kiranya demikian, anak-anakku, bukankah jauh lebih pahit yang aku alami daripada kamu, sebab tangan Tuhan teracung terhadap aku?" Menangis oula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Ruth tetap berpaut padanya. Berkatalah Naomi: "Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu." Tetapi kata Ruth: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab kemana engkau pergi;, kesitu aku jugalah aku pergi, dan dimana engkau bermalam, disitu jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku, bahkan lebih lagi daripada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain daripada maut!" Ketika Naomi melihat, bahwa Ruth berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya. Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. (Rut 1:7-19)
3. Rasul Paulus Penganiaya Orang Percaya Akhirnya Mengakui Yesus
Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam besar, dan meminta surat kuasa daripadanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "SAulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" KataNya: "Akulah Yesus yang kau aniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kau perbuat." Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun. Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.
Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman murid Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias." Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!" Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama jalan Lurus dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi." Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukan kepada orang-prang KudusMu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil namaMu." Tetapi Firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagiKu untuk memberitakan namaKu kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena namaKu." Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. (Kisah Para Rasul 9:1-19)
4. Simon Petrus si Penjala Ikan Mengakui Yesus Sebagai Mesias
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-muridNya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang Hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." Lalu Yesus melarang murid-muridNya supaya jengan memberitahukan kepada siapapun bahwa ia Mesias. (Matius 16:13-20)
F. Ayat-Ayat Alkitab Tentang Pengakuan:
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (Roma 10:9-10)
Sesungguhnya engkau akan mengandung anak dan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya, dan ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan kerajaanNya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menuangi engkau: sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. (Lukas 1:31-35)
Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan BapaKu yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga menyangkalnya di depan BapaKu yang di sorga. Matius 10:32,33
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapaksh Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (Matius 16:15-16)
Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam Allah. (I Yohanes 4:15)
...., lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan." (Matius 3:17)
Lalu ia menyadari keadaanya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. (Lukas 15:17-21)
|