Pelajaran 1 : IMAN
Ayat Hafalan :
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1)
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barang siapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang singguh-sungguh mencari Dia. (Ibrani 11:6)
A. Arti Iman:
Dalam perjanjian lama, diambil dari bahasa Ibrani Emun yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia kesetiaan (Ulangan 32:20) Istilah lain dari bahasa Ibrani Batakh yang berarti percaya menurut terjemahan bahasa Indonesia.
Dalam Perjanjian baru diambil dari bahasa Yunani Pistis (kata benda). Pisteuo (kata kerja), keduanya, muncul lebih dari 240 kali. Pistos (kata sifat) muncul 67 kali. Inti dari ketiga kata itu memberi penekanan kepada iman, yang berarti karya penyelamatan dalam kristus. Mengapa Iman? Apakah umat manusia di luar Kristen juga bisa disebut orang beriman?
Untuk mendefinisikan iman secara Alkitabiah, yang paling tepat adalah dari Ibrani 11:1,6 yaitu : "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak dapat kita lihat." Dan ayat enam mengatakan bahwa "Tetap tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barang siapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bagaimana Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia."
Pengertian PB tentang iman meliputi empat unsur utama (Kutipan dari SABDA):
1. Iman berarti percaya dengan sungguh-sungguh kepada Kristus yang tersalib dan bangkit sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi kita "Roma 1:17. Hal ini meliputi percaya dengan sepenuh hati (Roma 6:17; Efesus 6:6; Ibrani 10:22), menyerahkan seluruh kehendak kita dan mengabdikan diri secara mutlak kepada Yesus Kristus sebagaimana Dia dinyatakan dalam Perjanjian Baru.
2. Iman meliputi pertobatan, yaitu berbalik dari dosa dengan penyesalan yang mendalam (Kisah Rasul 17:30; 2Korintus 7:10) dan berbalik kepada Allah melalui Kristus. Iman yang menyelamatkan selalu merupakan iman yang membawa pertobatan (Kisah Rasul 2:37-38; "Matius 3:2" mengenai pertobatan).
3. Iman termasuk ketaatan kepada Yesus Kristus dan Firman-Nya sebagai suatu cara hidup yang diilhamkan oleh iman kita, oleh rasa syukur kita kepada Allah dan oleh karya Roh Kudus yang membaharui (Yohanes 3:36; Yohanes 14:15,21-24; Ibrani 5:8-9). Itulah ketaatan yang bersumber dari iman. Oleh karena itu, iman dan ketaatan tidak bisa dipisahkan (dibandingkan. Roma 16:26). Iman yang menyelamatkan tanpa penyerahan diri kepada pengudusan tidaklah sah dan tidak mungkin.
4. Iman meliputi pengabdian pribadi yang sepenuh hati dan ikatan kepada Yesus Kristus yang terungkap dalam kepercayaan, kasih, rasa syukur, dan kesetiaan. Iman dalam pengertian ultima tidak dapat dibedakan secara jelas dengan kasih. Iman menjadi suatu tindakan pribadi dari pengorbanan dan penyerahan diri yang diarahkan kepada Kristus (dibandingkan. Matius 22:37; Yohanes 21:15,17; Kisah Rasul 8:37; Roma 6:17; Galatia 2:20; Efesus 6:6;
B. Cara Beriman:
Kita akan melihat cara beriman yang lebih spesifik, yaitu dari sisi iman Kristen. Dalam hal beriman melibatkan dua oknum, yaitu oknum Allah dan manusia. Allah bertindak untuk tujuan penyelamatan bagi manusia, dan manusia perlu menanggapi tindakan Allah tersebut dengan cara percaya akan pengharapan-pengharapan, janji-janji, dan mengikuti perintah-perintah-Nya. Jadi, cara beriman adalah percaya, meyakini janji Allah akan kehiduapan kekal atau kehidupan jiwa dah roh kita selamanya, dan juga, perlindunganNya dan pemeliharaanNya pada masa kini.
C. Hasil Beriman:
Hasil iman adalah kehendak Allah digenapi, dan manusia kembali dapat berhubungan dengan erat dengan Allah, mempunyai hak hidup kekal, hak menerima janji pengharapan, janji pemeliharaan dan menjadi teman sekerja dan keluarga Allah.
D. Contoh Orang-Orang Beriman Pada Zaman Alkitab
1. Abram Percaya Akan Janji Allah
Kemudian datanglah Firman, Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan: :Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." Abram menjawab: "Ya Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku. Tetapi datanglah Firman Tuhan kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi Ahli warismu." Lalu Tuhan membawa Abram keluar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka FirmanNya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. (Kejadian 15:1-6)
2. Perempuan Kanaan Yang Percaya
Lalu Yesus pergi dari sittu dan menyingkir ke daerah Tirus dan sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-muridNya datang dan meminta kepadaNYa: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak." Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. "Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." Tetapi Yesus menjawab: "Tidak pantas mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya. Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh. (Matius 15:21-28)
3. Hamba Seorang Perwira di Kapernaum Percaya Yesus
Setelah Yesus selesai berbicara di dipan orang banyak, masuklah Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepadaNya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolonganNya, katanya: "Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami." Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepadaNya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak untuk datang kepadaMU. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi! maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini! maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar perkataan itu; Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali. (Lukas 7:1-10)
4. Seorang Perempuan Yang Sakit Pendarahan Percaya Yesus
Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun. Ia maju mendekati Yesus dari belakag dan menjamah jumbai jubahNya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya. Lalu kata Yesus: "Siapa yang menjamah aku?" Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: "Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau." Tetapi Yesus berkata: "Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diriKu." Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia datang dengan gemetar, tersungkur di depanNya dan menceriterakan kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia dan bahwa ia seketika tu juga menjadi sembuh. Maka kataNya kepada perempuan itu: "Hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan semangat!." (Lukas 8:43-48)
5. Kesepeluh Orang Kusta, satu orang percaya Yesus
Dalam perjalananNya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepadaNya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain daripada orang asing ini?" Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau." (Lukas 17:11-19)
6. Seorang Buta Dekat Yerikho Percaya Yesus
Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: "Apa itu?" Kata orang kepadanya: "Yesus orang Nazaret lewat." Lalu ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!" Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepadaNya. Dan ketika ia telah berada di dekatNya, Yesus bertanya kepadaya: "Apa yang kau kehendaki supaya aku dapat melihat!" Lalu kata Yesus kepadanya: "Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatakan engkau!" Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah. (Lukas 18:35-43)
E. Ayat-Ayat Alkitab Tentang Iman:
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1)
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barang siapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. (Ibrani 11:6)
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadaNya: "Berbahagialah Engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di sorga. (Matius 16:16,17)
Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahklan dunia, selain daripada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? (Yohanes 5:4b,5)
Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pad Tuhan! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. (Yeremia 17:7,8)
Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan ditengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus AnakNya yang tunggal ke dalam dunia supaya kita hidup olehNya.
|